PAK P0N TKJ

Kamis, 22 September 2022

SEJARAH PERKEMBANGAN TELEPON SELULER

                                        PENGERTIAN TELEPON


Telepon adalah alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan). Kebanyakan telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya. 

Seiring dengan semakin pesatnya teknologi, saat ini telah dikembangkan telepon genggam. Telepon genggam atau lebih dikenal dengan sebutan handphone (disingkat hp, disebut pula dengan telepon selular atau ponsel) adalah sebuah perangkap telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional, namun dapat dibawah kemana-mana (portable) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel, yaitu GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan CDMA (Code Devision Multiple Acces). Telepon genggam selain berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon, umumnya juga berfungsi mengirim dan menerima pesan singkat (Short Message Service: SMS). 



SEJARAH PERKEMBANGAN TELEPON SELULER


Sejarah Ponsel di Tahun 70-anKilas Balik dari 1G, 2G, 3G, hingga 4G, Bagaimana Mereka Mengubah Hidup Kita


Ponsel pertama kali muncul di dunia yakni pada tahun 70-an, tepatnya tahun 1973. Martin Cooper menjadi sosok penting yang mengenalkan ponsel. Sosoknya merupakan salah satu orang penting dalam bisnis telekomunikasi di Amerika Serikat. Ya, benda canggih ini pertama kali muncul di New York. Motorola DynaTAC menjadi ponsel yang digunakan Cooper saat itu untuk melakukan komunikasi. Berbeda dengan ponsel yang Anda gunakan saat ini, Motorola DynaTAC hadir dengan ukuran yang sangat besar. Ukurannya yang begitu besar membuatnya tak fleksibel saat dibawa bepergian. Bahkan, kabarnya ponsel ini memiliki bobot yang mencapai 1 kg, lho. Sangat berbeda jauh dengan ponsel masa kini yang cenderung memiliki bobot kurang dari 200 gram.



Sejarah Ponsel di Tahun 80-an



10 tahun setelah munculnya Motorola DynaTAC, tahun 1983 kembali muncul ponsel generasi terbaru, yakni Motorola DynaTAC 8000X. Berbeda dengan Motorola DynaTAC tahun 1973, ponsel terbaru ini menjadi ponsel pertama yang secara resmi dikomersialkan. Masyarakat sudah bisa ikut menggunakannya sebagai media komunikasi. Meski sudah mengalami beberapa pembaharuan, namun ponsel ini masih memiliki bobot yang cukup besar, sekitar 793 gram. Baterai yang disematkan pada Motorola DynaTAC 8000X bisa beroperasi selama 8 jam lamanya. Sebagai ponsel yang pertama kali diperjualbelikan, tidak heran jika harganya pun sangat mahal, yakni sekitar 4.000 dolar AS. Hal ini tidaklah mengagetkan mengingat ponsel pada awal kemunculannya memang hanya diperuntukkan untuk kalangan menengah ke atas saja.

Tak berhenti disitu saja, tahun 1980-an, Motorola terus melakukan riset dan pembaharuan pada produknya. Merk ponsel satu ini kembali merilis ponsel baru yang diklaim lebih user friendly. Ponsel yang disebut dengan Motorola MicroTAC 9800X ini juga memiliki bobot yang lebih ringan. Sehingga akan lebih nyaman jika ingin dibawa bepergian. Sementara bobotnya mengalami penurunan hingga 300 gram, baterai Motorola MicroTAC 9800X hanya bisa bertahan selama 30 menit saja. Meski memiliki ketahanan sangat buruk jika dibandingkan dengan ponsel saat ini, namun kemunculan generasi terbaru Motorola ini masih disambut hangat masyarakat. Uniknya lagi, ponsel baru ini juga sudah dilengkapi dengan antena berbahan plastik. Hanya saja, kehadiran antena ini tak memiliki fungsi yang berarti dan hanya sebagai pemanis.


Sejarah Ponsel di Tahun 90-an

7 Hal Yang Dikangenin Dari Nokia 3210


Dibandingkan dengan ponsel generasi 70-an dan 80-an, ponsel yang muncul di era 90-an sudah bisa dipastikan lebih canggih. Perkembangan dan pembaharuan terus dilakukan oleh para perusahaan telekomunikasi. Bahkan, untuk pertama kalinya muncul sebuah ponsel yang bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon. Tapi jangan harap jika Anda bisa menggunakan ponsel ini untuk berselancar di dunia maya. Selain bisa digunakan untuk menerima dan melakukan panggilan telepon, ponsel yang muncul di tahun 1992 juga bisa Anda gunakan untuk mengirim pesan singkat berupa SMS. Di tahun yang sama, muncul IBM Simon yang disebut-sebut sebagai ponsel pintar (smartphone) pertama di dunia. Smartphone ini bisa Anda gunakan untuk telepon, mesin fax, pager, dan Personal Digital Assistant (PDA).

Di era 90-an ini juga nama Nokia mulai dikenal masyarakat. Kehadirannya pun langsung menyaingi kejayaan dari Motorola. Tidak tanggung-tanggung, Nokia langsung merilis beberapa tipe ponsel yang bisa Anda pilih di tahun 1990-an. Nokia 3210 menjadi salah satu seri ponsel Nokia yang paling laris di pasaran. Tak butuh waktu lama, sebanyak 160 juta perangkat Nokia sudah habis terjual di pasaran. Bahkan, tak sedikit juga masyarakat Indonesia yang ikut meramaikan perilisan Nokia 3210.


Sejarah Ponsel di Tahun 2000-an


Industry's First Camera-Equipped Mobile Phone <J-SH04> | Sharp Corporation  | Sharp Global


Istilah smartphone atau ponsel pintar semakin populer di era ini. Bagaimana tidak, munculnya Sharp J-SH04 semakin menarik perhatian masyarakat. Pasalnya, ponsel pintar ini sudah dilengkapi dengan kamera di dalamnya. Ya, Sharp J-SH04 merupakan ponsel pertama di dunia yang membuat penggunanya bisa memotret foto. Tidak berhenti disitu saja, ponsel ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai macam fitur canggih di dalamnya, lho.

Setelah Sharp J-SH04, mulai bermunculan merk ponsel lainnya yang tidak kalah canggih, sebut saja salah satunya yakni Blackberry 5810. Berbeda dengan ponsel yang sebelumnya sudah rilis, ponsel satu ini sudah terkoneksi dengan jaringan internet secara penuh. Bahkan, Anda hanya bisa menggunakan ponsel ini secara maksimal jika tersambung oleh jaringan internet. 


Ipro Ponsel Pintar 3g Android,Hp 4 Inci Gms 1gb 8gb Murah - Buy Portable  Smartphone,Android Murah 3g Ponsel Pintar,Celulares Ponsel Ponsel 3g 4g  Product on Alibaba.com


Di tahun ini juga mulai muncul smartphone legendaris milik Apple, yakni iPhone. Kemunculan merk smartphone mahal ini disambut baik oleh masyarakat, khususnya mereka yang berada di kalangan menengah ke atas. Bagaimana tidak, kemunculan iPhone menyuguhkan konsep baru, yakni smartphone layar sentuh. Konsep ini berbeda dibandingkan merk ponsel lainnya yang masih mengusung konsep keypad. Kemunculan iPhone di tahun 2007 ini, membuat ponselnya bisa digunakan untuk mengakses jaringan internet 3G. Dengan mengandalkan koneksi jaringan 3G, para pengguna iPhone bisa dengan leluasa berselancar di dunia maya. Tak berselang lama setelah munculnya iPhone dengan sistem operasi iOS, masyarakat kembali disuguhkan dengan perangkat baru berbasis Android oleh HTC. Kesuksesan cmembuat merk ponsel lainnya mulai berbondong-bondong merilis smartphone berbasis Android.


Sejarah Ponsel di Tahun 2010-an



Percaya tidak percaya, awal tahun 2010-an menjadi tahun kejayaan dari BlackBerry. Bahkan, Anda baru akan dianggap keren jika telah menggunakan perangkat yang satu ini. Saking populernya, Indonesia dianggap sebagai pengguna Blackberry terbanyak urutan ke-2 di dunia, lho. Sayangnya, perilisan dari perangkat iOS dan Android membuat BlackBerry mulai kehilangan popularitasnya. Pada akhirnya BlackBerry tidak dapat bersaing dengan banyaknya smartphone yang baru rilis. Konsep smartphone dengan layar sentuh lebih menarik perhatian masyarakat dibandingkan dengan Blackberry yang masih setia dengan model keypad QWERTY. Benar saja, masyarakat yang dahulunya menggunakan Blackberry banyak yang beralih menggunakan perangkat berbasis iOS atau Android.

Di era ini juga, kecepatan jaringan internet juga semakin tinggi saja. Para pengguna smartphone kini bisa menikmati internet yang lebih kencang pada jaringan 4G. Namun, penggunaan jaringan 4G hanya bisa diakses oleh smartphone yang mendukung saja. Tidak berhenti disitu saja, akhir era tahun 2010-an juga sudah banyak bermunculan perangkat yang mendukung jaringan 5G. Selain mengalami peningkatan pada kualitas layar sentuh dan juga jaringan, smartphone terbaru akhir-akhir ini juga telah menawarkan banyak kelebihan di berbagai aspek lainnya. Mulai dari kapasitas baterai yang awet dengan teknologi fast charging, kapasitas RAM dan ROM yang besar, hingga prosesor yang sangat kencang.




PENGERTIAN JARINGAN SELULER


Jaringan Seluler (Mobile Network) adalah jaringan komunikasi yang menghubungkan antar pengguna secara nirkabel menggunakan gelombang radio. Jaringan ini didistribusikan di area daratan dengan setidaknya satu transceiver tetap yang berperan sebagai stasiun.

Jaringan seluler ini memiliki kemampuan untuk menghubungkan banyak pengguna sekaligus sehingga kita dapat terhubung dengan orang di berbagai wilayah. Dalam perkembangannya, jaringan teknologi telah melewati beberapa kali pengembangan teknologi yang cukup signifikan dampaknya. Pengembangan teknologi ini bisa dari sisi kecepatan, jangkauan, dan berbagai hal yang semakin canggih.



SEJARAH PERKEMBANGAN JARINGAN TELEPON SELULER 

1G, 2G, 3G, 4G, dan 5G beserta JENISNYA


  1. Perkembangan Jaringan 1G – AMPS (Generasi Pertama)

Teknologi jaringan 1G pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1979 oleh Nippon Telegraph dan Telephone. Jaringan 1G saat itu hanyalah sebuah gelombang analog radio sederhana, artinya jangkauan dari jaringan 1G ini sangat sempit dan masih belum bisa digunakan dalam skala luas seperti sekarang.

Generasi 1G memanfaatkan teknologi FDMA (Frequency Division Multiple Access). FDMA bisa membagi-bagi range frekuensi sehingga pengguna bisa berbicara dengan yang lain di frekuensi tersendiri, dan tidak bercampur dengan frekuensi lainnya.

Teknologi koneksi 1G kemudian disebut sebagai NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Advanced Mobile Phone Service) yang hanya mendukung komunikasi suara dengan kecepatan hingga 14,4 Kbps. Tentu saja kecepatan ini sangat lambat dibandingkan dengan generasi selanjutnya. Jangkauannya juga sempit mengingat 1G hanya memanfaatkan gelombang analog. 


Yang termasuk teknologi 1G yakni : 

  1. AMPS (Advanced Mobile Phone Service) atau IS-136

  2. NMT ( Nordic Mobile Telephony)

  3. HICAP

  4. TACS

  5. C 450

  6. C-Netz

  7. Mobitex

  8. DataTAC 


  1. Perkembangan Jaringan 2G (Generasi Kedua)

Teknologi jaringan 2G diperkenalkan pada tahun 1991 di Finlandia yang ditandai dengan mulai digunakannya gelombang digital. Perubahannya pun cukup signifikan karena jangkauan yang lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya.

Teknologi 2G ini disebut sebagai GSM (Global System for Mobiles) dan CDMA (Code Division Multiple Access) yang telah mendukung pengiriman teks (SMS) dan suara sekaligus. Fokus utama dari teknologi jaringan 2G ini adalah menyediakan layanan suara dan memanfaatkan circuit switching.

Di era jaringan 2G ini, masyarakat Indonesia bisa menikmati jaringan seluler secara bebas. Mungkin saja Anda juga sudah pernah merasakan era Nokia 3310 yang hanya memiliki layar monokrom kala itu.


Yang termasuk teknologi 2G yakni :

  1. Time Division Multiple Access (TDMA)

  2. Personal Digital Cellular (PDC)

  3. iDEN

  4. Digital European Cordless Telephone (DECT)

  5. Personal Handphone Service (PHPS)

  6. IS-95 CDMA (CDMAone)

  7. Global System for Mobile (GSM)


  1. Perkembangan Jaringan 2.5G – GPRS

Jaringan 2.5G merupakan teknologi jaringan berbasis GPRS (General Packet Rasio Service) yang berada di antara teknologi nirkabel generasi ke-2 (2G) dan ke-3 (3G).

Perbedaan utama antara 2G dan 2.5G terletak pada implementasi packet switching dalam jaringan komputer. Jaringan 2.5G ini menawarkan layanan berorientasikan data dengan kecepatan rata-rata 28 Kbps (Hingga kecepatan teoritis maksimum 384 Kbps) Teknologi jaringan 2.5G ini memungkinkan untuk mengirim dan menerima foto & video melalui layanan pesan multimedia (MMS). Layanan yang tidak kalah penting dari 2.5G ini adalah penjelajahan web melalui WAP, yaitu versi situs web sederhana yang menyesuaikan tampilan ponsel saat itu.


  1. Perkembangan Jaringan 2.75G – EDGE

Teknologi jaringan 2.75G merupakan peningkatan jaringan versi lanjut dari 2G dan 2.5G yang dikenal dengan EDGE (Enhanced Data rates for Global Evolution). 2.75G memungkinkan untuk mentrasfer data dalam bentuk small package dengan kecepatan 48 Kbps (Hingga 384 Kbps).


  1. Perkembangan Jaringan 3G (Generasi Ketiga)

Teknologi jaringan 3G diperkenalkan pada tahun 2001 di Jepang dengan berbagai peningkatan untuk memberikan kualitas jaringan internet yang lebih baik. Salah satu perubahan yang cukup besar dalam 3G adalah dukungan mobile internet dan roaming (Akses di luar jangkauan).

Teknologi 3G awalnya dikenal sebagai WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) yang mendukung kecepatan internet hingga 2 Mbps atau hampir 10x lebih cepat dari teknologi 2G. Di era 3G, kita juga sudah bisa menikmati layanan serba online seperti live streaming, video streaming, game online, dan juga teleconference. Teknologi 3G kemudian ditingkatkan lagi menjadi teknologi 3.5G HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang mendukung kualitas jaringan dan kecepatan yang lebih baik.

Yang termasuk teknologi 3G yakni :

  1. EDGE (Enhanced Data Rates for Global/GSM Evolution) atau E-GPRS (Enhanced -General Packet Radio Services).

  2. W-CDMA (Wideband – Coded Division Multiple Access) atau UMTS (Universal Mobile Telecommunication System).

  3. CDMA2000-1X EV/DV (Evolution/Data/Voice) dan CDMA2000-1X EV-DO (Data Only)/ (Data Optimized) atau IS-856.

  4. TD-CDMA (Time Division Code Division Multiple Access) atau UMTS-TDD (Universal Mobile Telecommunication System – Time Division Duplexing)

  5. GAN (Generic Access Network) atau UMA (Unlicensed Mobile Access)

  6. HSPA (High-Speed Packet Access)

  7. HSDPA (High Speed Downlink Packet Access)

  8. HSUPA (High Speed Uplink Packet Access)

  9. HSPA+ (HSPA Evolution)

  10. FOMA (Freedom of Mobile Multimedia Access)

  11. HSOPA (High Speed OFDM Packet Access)

  12. TD-SCDMA (Time Division Synchronous Code Division Multiple Access)


  1. Perkembangan Jaringan 3.5G – HSDPA

Jaringan 3.5G HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) merupakan peningkatan teknologi khususnya pada sisi kecepatan transfer data melebihi 3G. Teknologi jaringan ini mampu melayani komunikasi via multimedia di internet menggunakan data video seperti video call ataupun video sharing dengan kecepatan downlink hingga 14 Mbps. Perbandingannya, 10x kecepatan data puncak dan 6x kapasitas sistem dari sistem jaringan 3G sebelumnya.

Jaringan 3.5G HSDPA disebut juga sebagai super 3G yang di dalamnya juga mencakup teknologi HSUPA (High-Speed Uplink Packet Access) dan HSPA+ (High-Speed Packet Access Plus).

Berikut merupakan teknologi yang digunakan pada 3.5 :

  • HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan perkembangan akses data selanjutnya dari 3G.HSDPA sering disebut dengan generasi 3.5 (3.5G) karena HSDPA masih berjalan pada platform 3G. Secara teori kecepatan akses data HSDPA sama seperti 480kbps, tapi yang pasti HSDPA lebih cepat..Semakin baru teknologi pastinya semakin baik.

  • WiBro (Wireless Broadband).WiBro merupakan bagian dari kebijakan bidang teknologi informasi Korea Selatan yang dikenal dengan kebijakan 839.WiBro mampu mengirimkan data dengan kecepatan hingga 50 Mbps.



  1. Perkembangan Jaringan LTE – 3.95G / 4G LTE

Teknologi jaringan LTE merupakan standar jaringan lanjutan dari generasi sebelumnya yang menyediakan mobile broadband yang tidak hanya cepat. namun juga efisien. Jaringan LTE ini disebut juga 3.95G, dan lebih populer dipasarkan dengan nama 4G LTE.

LTE pertama kali ditemukan oleh NTT Docomo pada tahun 2004 di Jepang, dan mulai dikomersialkan pada tahun 2005 dengan mengikuti standar GSM dan UMTS.

LTE ini menyederhanakan teknologi jaringan nirkabel dengan menggunakan antarmuka radio, dan melakukan peningkatan jaringan inti sehingga berdampak pada kecepatan dan kapasitas jaringan yang signifikan.


  1. Perkembangan Jaringan 4G (Generasi Keempat)

Teknologi jaringan kemudian berkembang lebih pesat ditandai dengan hadirnya generasi jaringan ke-4 yaitu 4G. Teknologi jaringan 4G pertama kali dikomersilkan di Stockholm, Swedia, Oslo, dan Norwegia pada tahun 2009.

Dari sisi kecepatan, 4G memiliki kecepatan 500x lebih cepat dibandingkan teknologi 3G pendahulunya. Sedangkan dari sisi fungsionalitas, 4G tidak hanya terbatas pada telepon seluler saja, namun juga bisa digunakan di berbagai macam perangkat yang menggunakan gelombang digital. Teknologi 4G juga membawa sensasi menerima panggilan di atas frekuensi VoLTE (Voice over LTE). Ini membuat kualitas telepon menjadi jauh lebih baik dibanding sebelumnya karena memanfaatkan frekuensi dengan teknologi terbaru. Dengan kecepatan yang tinggi ini, koneksi 4G bisa digunakan untuk berbagai kepentingan seperti perangkat IoT (Internet of Things) yang sekarang sudah mulai banyak digunakan dan dioperasikan melalui jaringan internet.


  1. Generasi Jaringan Kelima - 5G

Walau pertama kali dikembangkan oleh Korea Selatan pada tahun 2019, teknologi 5G ternyata telah digunakan di Indonesia dengan Telkomsel dan XL Axiata sebagai pelopornya.

Konektivitas yang cepat serta lebih responsif menjadikan teknologi ini akan sangat berguna dalam meningkatkan performa teknologi sebelumnya.

5G saat ini sudah dapat dinikmati di beberapa perangkat dan wilayah di Indonesia. Tentunya hal ini akan sangat berpotensi merubah lanskap jaringan mobile internet yang sudah ada dan akan mempengaruhi perkembangan teknologi lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar